PASIR PANGARAYAN – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, secara langsung memberikan pelatihan pembuatan sabun cuci piring kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah menyelesaikan masa pidana. Dalam kegiatan tersebut, Kalapas memberikan arahan dan pelatihan mengenai proses pembuatan sabun cuci piring. Melalui praktik secara langsung, warga binaan diharapkan dapat memahami tahapan pembuatan produk serta mengembangkan kemampuan yang berpotensi menjadi peluang usaha ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi warga binaan.
“Melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas nanti. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi peluang usaha, sehingga mereka lebih mandiri dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Efendi.
Ia menambahkan bahwa pembinaan kemandirian tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas, kedisiplinan, dan kepercayaan diri warga binaan dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai guna.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dalam mengoptimalkan pembinaan bagi warga binaan melalui kegiatan yang produktif dan berorientasi pada peningkatan kemampuan.
Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan warga binaan dapat memiliki keterampilan yang menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berupaya mewujudkan pemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata, sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan produktif.






Tinggalkan Balasan